Selasa, 15 Juli 2014

Pemupukan dan Nutrisi dari Azolla


Kelompok Pemupukan dan Nutrisi Tanaman mempunyai tugas melakukan penelitian khusus mengenai hubungan pupuk dan tanaman dengan menggunakan teknik nuklir. Isotop baik yang stabil maupun yang radioaktif digunakan sebagai tracer untuk mempelajari kelakuan hara tanaman dalam tanah.
Kelompok Pemupukan dan Nutrisi Tanaman mempunyai tugas melakukan penelitian khusus mengenai hubungan pupuk dan tanaman dengan menggunakan teknik nuklir. Isotop baik yang stabil maupun yang radioaktif digunakana sebagai tracer untuk mempelajari kelakuan hara tanaman dalam tanah.
Isotop stabil yang digunakan di Kel. Tanah adalah 15N sedangkan isotop radioaktif yang digunakan adalah 32P, 65Zn, 86Rb, 14C dan 35S

Beberapa kegiatan penelitian menggunakan teknik nuklir yang dapat dilakukan di Kelompok Pemupukan dan Nutrisi Tanaman antara lain untuk menentukan kondisi optimal bagi penggunaan pupuk (pola perakaran aktif tanaman, jenis dan takaran pupuk), untuk menentukan fiksasi N2-udara bagi tanaman legum, untuk mempelajari proses dekomposisi dan mineralisasi bahan organic, serta untuk mempelajari proses fotosintesis tanaman.
Ada dua metoda untuk mempelajari hubungan tanah dan tanaman dengan teknik isotop, yaitu langsung dan tidak langsung. Metode langsung dimaksudkan bahwa isotop digunakan untuk melabel bahan yang mengandung hara tanaman yang ingin dipelajari, misalnya pupuk urea, bahan tanaman dan sebagainya  dilabel dengan 15N. Metode tidak langsung artinya bahan yang ingin dipelajari tidak dilabel dan pada metode ini diperlukan adanya referensi.
Beberapa hasil penelitian yang telah diperoleh di Kel. Tanah dengan menggunakan teknik nuklir antara lain:
Penggunaan sumber N alternatif  yang efektif dalam mengurangi pemakaian pupuk kimia :
·  pupuk hijau :  Azolla dan Tanaman Sesbania,
·  Bradyrhizobium : Rhizora
·  RPPT  : Azospirilum 

Penelitian Azolla (Anabaena Azolae)
Di kawasan Timur, selatan dan Tenggara asia termasuk Indonesia di mana banyak diusahakan padi sawah, salah satu masalah yang dihadapi adalah kesuburan lahan yang berkelanjutan. Hal ini sangat penting karena saat sekarang yang dipacu adalh produksi yang semakin tinggi dari satu jenis tanaman yaitu padi sawah, dengan target kenaikan produksi untuk setiap tahun. Justru pada lahan sawah di kawasan tersebut, bahan organik tanah dan tingkat nitrogen acapkali terbatas. Untuk mengatasi hal ini dibutuhkan sumber nitrogen alternatif  sebagai suplemen pupuk kimia.  Sumber nitrogen alternatif ini adalah pupuk hijau. Salah satu sumber N altternatif yang cocok untuk padi sawh adalah Azolla.
Azolla adalah paku air mini ukuran 3-4 cm yang bersimbiosis dengan Cyanobacteria  pemfiksasi N2. Simbiosis ini menyebabkan azolla mempunyai kualitas nutrisi yang baik. Azolla sudah berabad-abad digunakan di Cina dan Vietnam sebagai sumber N bagi padi sawah. Azolla tumbuh secara alami di Asia, Amerika, dan Eropa.
Azolla mempunyai beberapa spesies, antara lain Azolla caroliniana, Azolla filiculoides, Azolla mexicana, Azolla microphylla, Azolla nilotica, Azolla pinnata var. pinnata, Azolla pinnata var. imbricata, Azoll rubra.


Kemampuan azolla sebagai sumber penyumbang N
Suatu penelitian internasional di mana Indonesia (Batan) ikut terlibat yang diseponsori oleh Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA-Wina) menggunakan 15N menunjuk-kan bahwa Azolla yang bersimbiosis dengan Anabaena azollae dapat memfiksasi N2-udara dari 70 – 90%. N2-fiksasi yang terakumulasi ini yang dapat digunakan sebagai sumber N bagi padi sawah.
Dari beberapa penelitian diperoleh bahwa laju pertum-buhan Azolla adalah 0,355 – 0,390 gram per hari (di laboratorium) dan 0,144 – 0,860 gram per hari (di lapang). Pada umumnya biomassa Azolla maksimum tercapai setelah 14 –28 hari setelah inokulasi. Dari hasil penelitian Batan  diketahui bahwa dengan menginoku-lasikan 200 g Azolla segar per m2 maka setelah 3 minggu, Azolla tersebut akan menutupi seluruh permukaan lahan tempat Azolla tersebut ditumbuhkan. Dalam keadaan  ini dapat dihasilkan 30 – 45 kg N/ha berarti sama dengan 100 kg urea. Ditemukan juga bahwa Azolla tumbuh kembang lebih baik pada musim penghujan daripada musim kemarau.
Kegunaan :
  • Sumber N dapat mengganti pupuk urea sampai 100 kg
  • Pakan ternak/hijauan, pakan ikan, terutama ayam dan itik
  • Menekan pertumbuhan gulma
  • Tanaman hias
  • Kontrol terhadap perkembangan nyamuk
Hasil penelitian di Batan
Lapisan Azolla di atas permukaan lahan sawah dapat menghemat penggunaan urea sebesar 50 kg urea/ha, kadangkala bila musim sangat baik Azolla dapat menghemat sampai dengan 100 kg urea/ha.
Aplikasi Azolla untuk menghemat penggunaan pupuk buatan.
Lokasi  : Pusakanegara (Pantura)
 Perlakuan
Produksi padi sawah (ton ha-1)
1. Lapisan Azolla + 50 kg urea
2. Lapisan Azolla + 100 kg urea
3. Lapisan Azolla + 150 kg urea
4. Tanpa lapisan Azolla + 150 kg urea
5
6

6,5
6
Kesimpulan: Optimal pada perlakuan No.2, menghemat 50 kg urea per ha.
Cara perbanyakan Azolla
  1. Buatlah stok Azolla dekat rumah dengan bak plastik  atau di kolam yang tidak ada ikannya.
  2. Semprot stok setiap 3 bulan sekali dengan pupuk P ( 1 sendok makan SP-36 per l air). Sebaiknya Sp-36 digerus halus agar mudah larut dalam air. Stok ini digunakan untuk bibit yang akan ditanam di lapang.
  3. Di lapang petak sawah dibatasi dengan bambu seluas 1m2 seperti ditunjukkan pada gambar 1.
I

II

III
IV
  5 hari            10 hari                             15 hari                                                20 hari
Dengan mengaplikasikasikan Azolla 200 g/m2 :
  1. I. Sampai dengan hari ke-5, Azolla akan berkembang, sehingga permukaan lahan tertutup penuh (batas garis merah)
  2. Hari ke-10, menjadi 2 kali lipat (batas garis biru)
  3. Hari ke-15, menjadi 4 kali lipat (batas garis coklat)
  4. Hari ke-20, menjadi 8 kali lipat , dst.
Cara Menggunakan Azolla
  1. Tebar Azolla bersamaan atau 1 minggu sebelum padi di bibit
  2. Setelah lapangan penuh dengan Azolla, lahan dibajak agar Azolla terbenam
  3. Selanjutnya dilakukan penaman padi dan Azolla yang tidak terbenam dibiarkan tumbuh. Azolla yang tumbuh di permukaan ini dapat :
    • mengambil N yang hanyut dan menguap
    • menahan pertumbuhan gulma
Kandungan unsur hara dalam Azolla
Unsur
Jumlah
N
P
K
Ca
Mg
S
Si
Na
Cl
Al
Fe
Mn
Co
Zn
1.96-5.30 (%)
0.16-1.59 (%)
0.31-5.97 (%)
0.45-1.70 (%)
0.22-0.66 (%)
0.22-0.73 (%)
0.16-3.35 (%)
0.16-1.31 (%)
0.62-0.90 (%)
0.04-0.59 (%)
0.04-0.59 (%)
66 - 2944 (ppm)
0.264 (ppm)
26 - 989 (ppm)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar